ANJING!!! pikiran itu semakin MENGHANTUI diri gw…

Posted on October 30, 2008 by hanya-sampah.
Categories: Lagi-Lagi HANYA sampah.

lagi ngerasa SENDIRI..

Berasa gag punya masa depan..

GAIRAH gw mulai MENGHILANG..

hidup gw berantakan..

OBSESI gw pudar..

semakin ABSURD..

STATIS..

STUCK..

gw BUTUH Lo Lo semua yang (katanya) SAYANG sama gw..

>>>TAPI MANA…?

PIL PENGGANTI OLAHRAGA

Posted on October 4, 2008 by hanya-sampah.
Categories: CURCOL-Kesehatan.

Tubuh tetap sehat tanpa perlu memeras keringat?

Sepertinya “khayalan” kita ini bakal segera terwujud. Soalnya, para ahli di Amerika Serikat sedang berusaha menciptakan pil yang dapat memberikan khasiat sama seperti habis berolahraga. Sejauh ini mereka telah menemukan dua formula (GW1516 dan AICAR) yang diyakini efektif untuk pembentukan otot, peningkatan stamina dan pembakaran lemak ditubuh.

Para ahli melakukan penelitian terhadap sejumlah tikus. Ternyata, para tikus yang mengkonsumsi pil tersebut dapat berlari dengan jarak 44% lebih jauh dari biasanya tanpa “pemanasan” terlebih dahulu. Mereka pun yakin kalau pil ini dapat diterapkan pada manusia karena manusia memiliki sejumlah kemiripan dengan manusia.

Dibalik optimisme para ahli, penemuan formula pil pengganti olahraga dikhawatirkan menimbulkan penyalahgunaan dalam olahraga. Untuk mengantisipasinya, pimpinan riset, Profesor Ronald Evans dari Howard Hughes Medical Institute dan Salk Institute di California pun menciptakan tes untuk mendeteksi penggunaan pil di dalam urine dan darah para atlet. Bagaimanapun dia berharap pil ini dikonsumsi oleh mereka yang membutuhkannya.

TETAP SEMANGAT JALANI HIDUP INI

Take Home Test Mata Kuliah Humas Pariwisata dan Perhotelan

Posted on by hanya-sampah.
Categories: Tugas KULIAH Vha.

BAB I

PENDAHULUAN

Untuk mencapai masyarakat adil dan makmur, Pemerintah Indonesia telah melaksanakan pembangunan disegala bidang seperti ekonomi, sosial, budaya, politik, dan pertahanan keamanan. Indonesia terdiri dari berbagai macam-macam suku bangsa, dengan demikian kita harus mengenalkan beraneka ragam kebudayaan itu kepada masyarakat diluar lingkungan kita, terutama bangsa asing di bidang pariwisata, kita dengan mudah dapat memperkenalkan budaya Indonesia kepada siapa saja yang berkunjung ke wilayah nusantara ini. Namun pada kenyataannya, Indonesia telah mengalami kondisi yang memprihatinkan, terutama mengenai citra Indonesia di luar negeri.

Pada Bab II Pasal 2, keputusan Gubernur Provinsi DKI No.7 Tahun 2002 disebutkan bahwa :

1. Dinas Pariwisata merupakan unsur pelaksanaan pemerintah daerah di bidang kepariwisataan.

2. Dinas Pariwisata di Pimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah Gubernur dan bertanggung jawab langsung kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

3. Dinas Pariwisata dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di koordinasikan oleh asisten perekonomian.

Oleh karena itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memaknai Visit Indonesia Year 2008 (VIY 2008) sebagai momentum Kebangkitan kembali kepariwisataan Indonesia. Disamping itu,VIY 2008 hendaknya ditandai sebagai tahun akselerasi pencapaian jumlah wisman sebanyak 7 juta (sebagai target yang telah ditetapkan Pemerintah).

Sebagai momentum kebangkitan kembali kepariwisataan Indonesia, perlu adanya langkah-langkah peningkatan revitalisasi sektor pariwisata yang meliputi berbagai bidang yang terkait dengan pembangunan kepariwisataan nasional, sehingga pariwisata Indonesia dapat meningkatkan daya saing dan dapat mengoptimalkan perannya sebagai lokomotif pembangunan ekonomi, sebagai sumber devisa, mengurangi pengangguran dan melaksanakan peran idiil-nya sebagai pendorong persatuan dan kesatuan nasional serta persahabatan dan perdamaian dunia.

Sebagai tahun akselerasi (2008) pencapaian jumlah wisman sebanyak 7 juta, tentunya Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan Dinas-Dinas Pariwisata di daerah telah menyiapkan dan mulai melaksanakan berbagai analisis tentang produk wisata yang akan ditawarkan; tentang pasar (pemilihan pasar-pasar sasaran), tentang para pesaing utama (kekuatan dan kelemahan mereka) terutama Malaysia, Thailand, dan Singapura.

BAB II

KERANGKA KONSEPTUAL

2.1. Pariwisata

Pariwisata berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu ;

PARI : Lengkap, Banyak, Berputar-putar.

WISATA : Perjalanan, Bepergian.

PARIWISATA : Suatu perjalanan yang lengkap.

Lengkap dapat diartikan sebagai, “Berangkat dari rumahnya, sampai ketujuan dan kembali lagi kerumahnya. Dan tidak bermaksud tinggal menetap di tempat tujuan perjalanannya.” [1]

Pariwisata sebagai ilmu merupakan kegiatan manah (pikiran dan perasaan) manusia mengenai berbagai hal/sesuatu atau apa saja. Pariwisata dapat digolongkan sebagai ilmu, karena merupakan suatu kegiatan nyata dalam kehidupan manusia, memiliki latar belakang sejarah dan perkembangannya, hidup terus bahkan berkembang. Membuka kesempatan alam pikiran dan observasi manusia kearah kehidupan materi dan manah yang lebih luas, dibarengi dengan penelitian, data-data statistik dan ungkapan/penemuan baru.[2]

Beberapa definisi pariwisata, yaitu :

a. Institute Of Tourism in Britain

Pariwisata adalah kepergian orang-orang sementara dalam jangka waktu pendek ke tempat-tempat tujuan di luar tempat tinggal dan bekerja sehari-harinya serta kegiatan-kegiatan mereka selama berada di tempat-tempat tujuan tersebut. Ini mencakup kepergian untuk berbagai maksud, termasuk kunjungan seharian atau darmawisata/ekskursi.

b. E. Guyer Freuler

Pariwisata dalam arti modern adalah merupakan gejala jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesehatan dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan menumbuh terhadap keindahan alam, kesenangan dan kenikmatan alam semesta, dan pada khususnya disebabkan oleh bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas dalam masyarakat manusia sebagai hasil perkembangan perniagaan, industri dan perdagangan serta penyempurnaan alat-alat pengangkutan.

c. Herman Von Schullern Zu Schrattenhofen

Pariwisata adalah istilah bagi semua, lebih-lebih bagi ekonomi, proses yang ditimbulkan oleh arus lalu lintas orang-orang asing yang datang dan pergi dari suatu tempat, daerah atau Negara dan segala sesuatunya yang ada sangkut pautnya dengan proses-proses tersebut.

d. Robert Mc Intosh & Shashikant Gupta

Pariwisata adalah gabungan gejala dan hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan, bisnis, pemerintah tuan rumah, serta masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan melayani wisatawan-wisatawan ini serta para pengunjung lainnya.

e. Dr. Salah Wahab

Pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktivitas lainnya. Selanjutnya, sebagai sektor yang kompleks, dan juga meliputi industri-industri klasik yang sebenarnya, seperti industri kerajinan tangan dan cinderamata. Penginapan dan transportasi secara ekonomis juga dipandang sebagai industri.

Bentuk pariwisata terbagi menjadi lima bagian, yaitu :

a. Menurut asal wisatawan

Terbagi menjadi pariwisata domestik dan pariwisata internasional.

b. Menurut akibat terhadap neraca pembayaran

Terbagi menjadi pariwisata aktif dan pariwisata pasif.

c. Menurut jangka waktu

Terbagi menjadi pariwisata jangka pendek dan pariwisata jangka panjang.

d. Menurut jumlah wisatawan

Terbagi menjadi pariwisata tunggal dan pariwisata rombongan.

e. Menurut alat angkut yang dipergunakan

Terbagi menjadi pariwisata udara, pariwisata laut, pariwisata kereta api dan pariwisata mobil.

Adapun jenis-jenis pariwisata yang terdiri dari, yaitu :

a. Wisata Budaya

Perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ke tempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat, cara hidup, budaya dan seni mereka.

b. Wisata Kesehatan

Perjalanan yang dilakukan dengan tujuan untuk menukar keadaan dan lingkungan tempat sehari-hari, dimana Ia tinggal demi kepentingan beristirahat baginya dalam arti jasmani dan rohani.

c. Wisata Olahraga

Perjalanan yang dilakukan dengan tujuan berolah-raga atau mengambil bagian aktif dalam sebuah pesta olah raga di suatu tempat atau Negara.

d. Wisata Komersial

Perjalanan untuk mengunjungi pameran dan pekan raya yang bersifat komersial.

e. Wisata Industri

Perjalanan ke suatu kompleks atau daerah perindustrian, dimana terdapat pabrik atau bengkel besar dengan maksud dan tujuan untuk mengadakan peninjauan atau penelitian.

f. Wisata Politik

Perjalanan untuk mengunjungi atau mengambil bagian dalam peristiwa kegiatan politik.

g. Wisata Konvensi

Kegiatan atau acara yang diadakan di pusat konvensi dengan menyediakan fasilitas akomodasi dan sarana pengangkutan dengan harga reduksi yang menarik serta menyajikan program atraktif yang menggiurkan.

h. Wisata Sosial

Pengorganisasian suatu perjalanan murah serta mudah untuk memberi kesempatan kepada golongan masyarakat ekonomi lemah untuk mengadakan perjalanan.

i. Wisata Pertanian

Pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek-proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan, dan sebagainya, dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi maupun rekreasi.

j. Wisata Maritim

Kegiatan wisata yang berhubungan dengan maritim atau kegiatan olah raga air. Biasa juga disebut Wisata Tirta.

k. Wisata Cagar Alam

Wisata yang diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha-usaha dengan jalan mengatur wisata ke tempat atau daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan, dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh Undang-Undang.

l. Wisata Buru

Perjalanan yang diatur dalam bentuk safari buru ke daerah atau hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yang bersangkutan.

m. Wisata Pilgrim

Perjalanan yang dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat, dan kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat, yaitu dengan pergi ke tempat-tempat suci atau tempat-tempat yang dianggap berhubungan dengan kepercayaan yang dianutnya.

n. Wisata Bulan Madu

Penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan-pasangan dengan fasilitas khusus dan tersendiri.

2.2. Wisatawan

Wisatawan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu wisatawan mancanegara (wisman), dan wisatawan nusantara (wisnu).

Beberapa definisi wisatawan, yaitu :

a. Pasific Area Travel Association

Istilah wisatawan pada prinsipnya haruslah diartikan sebagai orang-orang yang sedang mengadakan perjalanan dalam jangka waktu minimal 24 jam dan maksimal 1 bulan di dalam suatu negeri yang bukan merupakan negeri dimana biasanya Ia tinggal.

b. F.W. Ogilvie

Wisatawan adalah semua orang memenuhi syarat, yaitu pertama bahwa mereka meninggalkan rumah kediaman mereka untuk jangka waktu kurang dari satu tahun, dan syarat yang kedua bahwa sementara mereka bepergian, mereka mengeluarkan uang di tempat yang mereka kunjungi tanpa dengan maksud mencari nafkah di tempat tersebut.

c. A.J. Norwal

Seorang wisatawan seseorang yang memasuki wilayah negeri asing dengan maksud tujuan apapun, asalkan bukan untuk tinggal permanent atau untuk usaha-usaha yang teratur melintasi perbatasan, dan yang mengeluarkan uangnya di negeri yang dikunjungi, uang tersebut telah diperolehnya bukan di negeri tersebut, melainkan di negeri lain.

Wisatawan ini meliputi :

a. Orang-orang yang sedang mengadakan perjalanan untuk bersenang-senang, untuk keperluan pribadi, kesehatan, dan sebagainya.

b. Orang-orang yang sedang mengadakan perjalanan untuk maksud menghadiri pertemuan, konferensi, musyawarah, atau di dalam hubungan sebagai utusan berbagai badan/organisasi (ilmu pengetahuan, administrasi, diplomatic, olah raga, keagamaan, dan sebagainya).

c. Orang-orang yang sedang mengadakan perjalanan dengan maksud bisnis.

d. Pejabat pemerintah dan orang-orang militer beserta keluarganya yang diposkan di suatu Negara lain hendaknya jangan dimasukkan dalam kategori ini, tetapi apabila mereka mengadakan perjalanan ke negeri lain, maka hal ini dapat digolongkan sebagai wisatawan.

2.3. Hotel

Hotel adalah pendukung pariwisata yang juga merupakan industri pariwisata. Namun menurut Dinas Pariwisata Daerah (DIPARDA), hotel merupakan pendukung pariwisata tapi bukan industri pariwisata. Karena walaupun melayani / memberi jasa / sarana kepada wisatawan, tetapi hotel bukan sebuah industri, namun sebagai kesatuan unit produksi, dalam artian untuk mencari untung.

Hotel adalah usaha jasa pelayanan dengan menyediakan fasilitas-fasilitas ; kamar tidur (kamar tamu), makanan dan minuman, pelayanan-pelayanan penunjang lainnya (tempat rekreasi, fasilitas olah raga, laundry (atau dalam bahasa medan : dobi).

Pengertian lain dari hotel adalah suatu jenis akomodasi yang berupa pertolongan / bantuan, penyesuaian diri, dan penggunaan. Namun menurut Random House Webster’s College, akomodasi mempunyai arti ; penginapan, makanan dan minuman, tempat duduk, kamar tidur, dan sebagainya, yang ada di kereta api, kapal terbang, kendaraan umum lainnya yang menggunakan sebagian / seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makan dan minum, serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

Pada prinsipnya, di dunia ini hanya ada dua macam tipe perhotelan, yaitu:

a. Hotel Transit

Sebagai hotel penunjang pariwisata, artinya orang hanya tidur bukan dalam arti menetap, melainkan hanya untuk sementara lalu pergi lagi.

Hotel transit menurut William.S Gray dan Salvator.C Uguori adalah hotel yang sekaligus menyediakan pelayanan selama tamu menginap ; sehari, seminggu, atau bahkan berbulan-bulan, baik itu untuk tujuan bisnis / senang-senang (tidak memperdulikan lamanya tinggal, yang penting Cuma untuk transit / mampir.

b. Hotel Tempat Tinggal / Hotel Apartement / Residensial Hotel

Di AS dan Eropa, seseorang / keluarga dapat tinggal disebuah hotel dengan segala pelayanan yang terdapat di hotel (service hotel business), akan tetapi sebenarnya mereka tersebut tinggal sebagai penghuni tetap. (hotel demikian dapat disebut sebagai apartement).

2.4. Kepariwisataan dan Perhotelan

Dunia kepariwisataan sebagai suatu industri di bidang jasa meliputi banyak usaha di bidang jasa. Seperti usaha restoran, biro perjalanan, perusahaan jasa wisata, kelompok organisasi budaya dan sejarah, perusahaan hiburan, perusahaan hotel, dan sebagainya. Dari semua kelompok yang disebutkan, baik dikelola pemerintah maupun swasta, merupakan kelompok pariwisata. Dengan kata lain perhotelan adalah salah satu bagian usaha di bidang jasa dari industri pariwisata.

2.5. Hubungan Masyarakat / Humas (Public Relations)

Bila ditinjau dari ilmu komunikasi, Istilah “hubungan masyarakat” yang disingkat “humas”, sebagai terjemahan dari istilah public relations, adalah kurang tepat. Perkataan public dari istilah public relations bukanlah masyarakat dalam pengertian society (yakni keseluruhan manusia yang menghuni suatu wilayah). Namun pengertian public dalam public relations sesungguhnya adalah sekelompok orang yang mempunyai kaitan kepentingan dengan suatu organisasi.[3]

Sebagai contoh, yang menjadi public dari public relations pariwisata dan perhotelan hanyalah orang-orang yang butuh dan menggunakan produk-produk yang disediakan perusahaan (Misalnya : kebutuhan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata untuk kepentingan beristirahat jasmani dan rohani) atau yang biasa kita sebut dengan wisatawan. Sehingga orang-orang yang mempunyai kaitan kepentingan dengan pariwisata dan perhotelan dapat melancarkan kegiatan public relations perusahaan.

Sedangkan definisi Public Relations menurut Cutlip and Center dalam bukunya Effective Public Relations, adalah :

“Suatu kegiatan komunikasi dan penafsiran suatu komunikasi dan gagasan-gagasan serta pendapat dari publiknya itu kepada lembaga tadi dalam usaha yang jujur untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, sehingga dapat tercipta suatu hubungan yang harmonis dalam lembaga itu dengan masyarakatnya.”

Dengan demikian, ciri khas dari kegiatan Public Relations yaitu terciptanya suatu kegiatan komunikasi timbal balik antara lembaga dengan publiknya, dimana terciptanya penyesuaian harmonis di lembaga dengan masyarakat (kegiatan PR kedalam dan kegiatan PR keluar).

Divisi Humas di dalam suatu organisasi atau perusahaan sangat dibutuhkan untuk menangani kegiatan Humas. Namun yang penting adalah mengingatkan semua individu di dalam organisasi untuk menjadi Humas bagi organisasi tersebut, karena Humas bukan hanya suatu kegiatan yang secara formal dilakukan oleh satu bagian, tetapi merupakan suatu kebijakan yang harus diambil oleh organisasi untuk mempertahankan keberadaannya.[4]

2.6. Humas Pariwisata dan Perhotelan

Persyaratan Public Relations pariwisata dan perhotelan agar dalam kegiatannya dapat meningkatkan arus wisatawan domestik dan mancanegara, adalah :

a. Secara struktural Public Relations pariwisata dekat dengan top manager perusahaan pariwisata tersebut agar mudah akses dengan pimpinan perusahaan pariwisata (top manajer). Tujuannya adalah Public Relations akan menerima informasi langsung serta kebijakan-kebijakan perusahan dari top manajer perusahaan tersebut dengan demikian Public Relations perusahaan melalui manajer Public Relations Pariwisata dapat mengkomunikasikan secara langsung tentang kegiatan-kegiatan termasuk yang menyangkut kebijakan perusahaan itu sendiri, jadi disini PR pariwisata melalui manajer PR pariwisata berperan sebagai juru bicara (jubir) top manajer sekaligus jubir perusahaan. Selain itu kedekatan antara PR dengan top management akan memungkinkan manajer PR dapat memberikan masukan berupa informasi pada top manager perusahaan pariwisata tersebut dalam rangka mengambil keputusan, disini PR pariwisata melalui manager PR pariwisata berperan sebagai penasehat atau konsultan perusahaan.

b. Humas Pariwisata dan Perhotelan HARUS mempunyai latar belakang Ilmu Komunikasi jurusan Public Relations, maka petugas-petugas humas tersebut akan dapat lebih mudah untuk dapat melakukan tugas-tugas sehari-harinya. Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh Humas Pariwisata dan Perhotelan sehari-hari antara lain adalah;

ü Menyusun berita/siaran berita (press release),

ü Menyelenggarakan konferensi pers (press conference),

ü Melakukan kampanye Public Relations pariwisata,

ü Menerbitkan majalah internal dan eksternal,

ü Melakukan hubungan baik dan harmonis dengan publik internal dan eksternal perusahaan pariwisata,

ü Menyelenggarakan pameran pariwisata,

ü Melakukan kegiatan-kegiatan iklan,

ü Melakukan press tour,

ü Melakukan publisitas, etc.

c. Agar Humas Pariwisata dan Perhotelan dapat melakukan tugas-tugasnya dengan optimal, maka sarana dan prasarana Public Relations Pariwisata dan Perhotelan HARUSLAH memadai.

Sarana ; Surat kabar, televisi, radio, foto tustel, komputer, ATK.

Prasarana ; Ruang kerja atau kantor serta fasilitas, adanya kendaraan roda empat (Mobil) yang stand by untuk melaksanakan tugas-tugas PR. Mengenai Kantor, seharusnya berada pada posisi yang strategis dan mudah dilihat, serta mudah dikunjungi oleh siapapun, terlebih oleh kalangan pengunjung Wisatawan domestik ataupun Wisatawan mancanegara. Perlu di ingat, PR merupakan pintu gerbang utama dari setiap organisasi atau perusahaan-perusahaan pariwisata dan perhotelan. Dengan kata lain Public Relations adalah suatu cermin dari organisasi tersebut.

d. Agar Humas Pariwisata dan Perhotelan dapat melakukan fungsi dan tugasnya secara maksimal, Public Relations tersebut harus didukung oleh dana atau biaya operasional yang memadai. Dana ini sangat penting bagi Public Relations dalam rangka melaksanakan pelayanan terhadap masyarakat luar, terutama kepada orang-orang yang berkunjung ke tempat Public Relations tersebut.

e. Meskipun persyaratan ini tidak mutlak, adalah suasana dan situasi Humas Pariwisata dan Perhotelan haruslah kondusif, Humas Pariwisata dan Perhotelan seyogyanya berada dalam kondisi politik dan keamanan yang baik. (Public Relations sebagai salah satu unit kerja suatu organisasi, hanya bisa hidup dan beroperasi di Negara yang menganut paham demokrasi dan Negara yang aman keadaannya).

2.7. Humas Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta

Humas yang terdapat di Dinas Pariwisata Propinsi DKI adalah Humas pemerintah, yang didefinisikan sebagai kegiatan yang dilakukan pemerintah suatu negara untuk menanamkan dan memperoleh pengertian, niat baik, kepercayaan, penghargaan dari dan kepada masyarakat luas yang berada dalam wilayah pemerintahannya.

John. D. Millet dalam bukunya, Management In The Public Service The Quest For Effective Performance, Public Relations dalam Dinas Pariwisata pemerintah meliputi empat hal pokok, yaitu :

1. Learning about public desire and aspiration,

2. Advising the public about what is should desire,

3. Ensuring satisfactory contact between public and government officials,

4. Informing the public about what an agency is doing.

Humas dalam Dinas Pemerintah meliputi kegiatan ; mempelajari hasrat kehendak dan aspirasi publik, kegiatan memberikan nasehat tentang apa yang sebaiknya di kehendaki oleh publik dan petugas-petugas pemerintah serta memberikan penerangan atau penjelasan, dan apa yang akan dikerjakan waktu dinas. Pemerintahan dalam hal ini adalah Dinas Pariwisata Propinsi DKI Jakarta.

Humas yang dilakukan instansi pemerintah, berbeda dengan instansi non pemerintah. Humas pada instansi pemerintah tidak mempunyai sesuatu yang diperjualbelikan. Melalui humasnya, Pemerintah menjelaskan tindakan-tindakan dan kebijaksanaan dalam melaksanakan tugasnya. Hal tersebut bertujuan agar hubungan antara pemerintah dengan publik dapat terjalin dengan baik dan harmonis, sehingga terciptanya sebuah citra yang positif.

BAB III

VISIT INDONESIA YEAR 2008

Memanfaatkan momentum peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, Indonesia mempersiapkan program Visit Indonesia Year (VIY) 2008 sebagai awal kebangkitan pariwisata Indonesia. Namun, berbagai pro dan kontra telah banyak terdengar dan beredar di beberapa media serta masyarakat Indonesia umumnya. Mayoritas kalangan yang memandang pesimis VIY 2008 justru adalah dari kalangan pelaku pariwisata itu sendiri. Anggapan bahwa VIY 2008 tidak akan berjalan sesukses yang diharapkan bukan hanya karena peristiwa pelarangan maskapai penerbangan Indonesia ke Eropa yang baru-baru ini terjadi, tetapi menyebab lainnya seperti infrastruktur serta fasilitas dan produk yang tidak saling mendukung, serta persiapan PEMILU 2008 yang akan lebih menarik perhatian pihak pemberi dana (baik Pemerintah maupun Swasta).

Pihak yang berpendapat positif tentang VIY 2008 mengatakan bahwa seharusnya program VIY 2008 bukan hanya dijadikan program Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, melainkan menjadi program Nasional sehingga setiap pihak disemua bidang ikut memajukan pariwisata dan bisa mendorongnya menjadi pemasok utama devisa.

Konsep Tahun Kunjungan yang diperkenalkan di akhir tahun 1980-an merupakan ide cemerlang yang nyata-nyata membantu menciptakan merek dan kesan Pariwisata serta meningkatkan profil tujuan wisata dan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Sayangnya, akhir-akhir ini program tersebut telah menjadi program yang kesannya hanya akan dilakukan di saat terdesak sebagai usaha terakhir untuk mendapatkan keuntungan dari sektor pariwisata. Ditahun-tahun awal perkenalannya, Tahun Kunjungan bisa sukses dengan adanya kenyataan bahwa program tersebut direncanakan dengan baik oleh Menteri Pariwisata saat itu, Joop Ave. faktor terpentingnya adalah karena program tersebut merupakan program pemerintah yang melibatkan sektor swasta dari awal perencanaan hingga akhir pelaksanaan, serta tersedianya dukungan penuh dari sektor transportasi dan berbagai pihak lainnya termasuk Stakeholder dan media.

Apabila VIY 2008 ini mampu melibatkan ketiga elemen tersebut (pemerintah, swasta, & pihak terkait termasuk media) dalam kerjasama yang konsisten sepanjang program tersebut berjalan, VIY 2008 bisa menjadi titik balik pariwisata Indonesia kembali ke masa jayanya. Disamping itu, sangatlah penting untuk memaksimalkan penggunaan media internet dengan selalu memperbaharui informasi pariwisata Indonesia yang ada di website pariwisata Indonesia(www.indonesiatourism.go.id , www.my-indonesia.info) dan membuatkan hyperlink ke berbagai website DTW (Daerah Tujuan Wisata) yang ada di Indonesia, misalnya ;

1. www.bali-online.com

2. www.balitravelguide.com

3. http://tourism.jogya.com

4. www.pariwisatasumut.go.id

5. www.sumbar.id

6. www.riauarchipelagooffice.go.id

7. www.westjava-indonesia.com

8. www.jakarta.go.id

9. http://semarangwasantara.net.id

10. http://entebe.com

11. www.promontt

12. www.phinisi.com

Tujuan Visit Indonesia Year (VIY) 2008 secara umum, yaitu :

1. Mensosialisasikan program-program yang akan diadakan untuk mendukung VIY 2008.

2. Mengenalkan berbagai ragam Daerah Tujuan Wisata (DTW) dan keanekaragaman pariwisata Indonesia kepada dunia Internasional.

3. Meningkatkan jumlah kunjungan wisata asing / wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

4. Memberikan citra yang positif kepada wisatawan tentang keamanan, kenyamanan, dan keramahan masyarakat Indonesia.

5. Bekerjasama dengan biro perjalanan wisata, media dan asosiasi-asosiasi usaha wisata dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

6. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi yang perlu terus terjalin diantara pemerintah dan asosiasi usaha wisata serta berbagai pihak terkait lainnya (termasuk media internasional dan nasional) untuk pengembangan industri pariwisata Indonesia.

7. Membina hubungan yang baik dengan berbagai media internasional melalui dukungan dari berbagai departemen terkait, seperti Deplu, KADIN, Depkominfo selain hanya usaha penjajakan dari Depbudpar.

8. Mengembangkan program edukasi tentang pentingnya pariwisata, khususnya dalam rangka mensukseskan VIY 2008 kepada generasi muda, seperti kegiatan berkunjung ke desa wisata, tempat pembuatan keramik, penyuluhan ke SD, SMP & SMA. Program ini dapat dikoordinasikan dengan Depdiknas.

9. Mengenalkan daerah tujuan wisata lain yang tidak seterkenal Bali yang ada diberbagai daerah di Indonesia (Beyond Bali), sehingga dapat mengembangkan daerah tersebut.

10. melibatkan masyarakat setempat agar turut berpartisipasi dalam mengembangkan daerahnya masing-masing agar dapat menjadi DTW yang diminati wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnu).

BAB IV

KESIMPULAN

Pada akhirnya, untuk mensukseskan VIY 2008, yang harus dilakukan oleh para pelaku dan pemerhati pariwisata Jakarta adalah memasarkan (tentunya termasuk promosi) Jakarta dan bukan hanya sekedar memasarkan saja, tapi pemasaran secara terintegrasi (Integrated Marketing Communication) dimana sudah mencakup kegiatan Marketing Public Relations. Selain itu, perlu impletasi program yang memiliki leadership kuat, koordinasi dengan kantor kementrian pariwisata, dan sektor-sektor terkait diluar pariwisata. Juga harus memperbaiki pemasaran produk pariwisata dan pelayanan, serta melakukan renovasi sekaligus inovasi agar tak terkesan monoton, menumbuhkan daya saing dengan valuable tourism products, bukan sekedar cheap-labor based tourism dan inhented nature.

Disamping itu, juga diperlukan komitmen jangka panjang yang berkelanjutan dan strategi yang ditetapkan oleh undang-undang (bila perlu), dan juga membuang mental “uang receh” semacam visa on arrival, pungutan petugas imigrasi, pemerasan di bandara, dan lain sebagainya. Terakhir, diperlukan strategi pengembangan yang benar-benar modern dan terkoordinasi, bukan secara birokrasi.

Jangan jadikan Visit Indonesia Year (VIY) 2008 sebagai program pariwisata di tahun 2008 saja, tetapi dijadikan sebagai program pemicu pariwisata Indonesia untuk 10 atau bahkan 100 tahun kedepan.

DAFTAR PUSTAKA

Loina Perangin-angin., HandOut Smester Pendek Kepariwisataan dan Perhotelan., Jakarta : 2006.

——-., Hubungan Masyarakat : Membina Hubungan Baik Dengan Publik., Bandung : Cv. Lalolo., 2001.

Onong Uchjana Effendy., Ilmu Komunikasi: Teori & Praktek., Bandung : PT. Remaja Rosdakarya., 1994.

Sardjono. Drs.,Msi., HandOut Kepariwisataan dan Perhotelan., Jakarta : 2005.

SUMBER BACAAN LAIN

Catatan Mata kuliah Humas Pariwisata dan Perhotelan oleh Drs., MA. Lompo Siagian

Dokumen :

Forum Friends Of Jakarta Tourism Tahun 2007, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, tanggal 4September2007, bertempat di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakar


[1] Sardjono. Drs.,Msi. HandOut Kepariwisataan dan Perhotelan, (Jakarta : 2005)

[2] Loina Perangin-angin, HandOut Smester Pendek Kepariwisataan dan Perhotelan, (Jakarta : 2006)

[3] Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi: Teori & Praktek, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya,1994), hal.131

[4] Loina Perangin-angin, Hubungan Masyarakat : Membina Hubungan Baik Dengan Publik, (Bandung : Cv. Lalolo,2001), hal.16

NGEMIL Sehat Sebelum bu2..

Posted on by hanya-sampah.
Categories: CURCOL-Kesehatan.

SULIT tidur nyenyak di malam hari?

Biasakan deh ngemil sebelum tidur. Menurut Kenneth Berge, M.D, specialis kesehatan umum dari Mayo Clinic, AS, susu dapat membuat tidur lebih nyenyak dimalam hari. Soalnya, tryptophan (asam amino) yang ada di dalam susu akan diubah tubuh menjadi hormon melatonin dan seratonin yang efektif membuat tidur nyenyak.

SELAIN susu, Kita bisa mengkonsumsi cemilan ringan dan sehat yang mengandung banyak karbohidrat dan sedikit protein. Kombinasi keduanya ampuh meningkatkan tryptophan di otak kita. semangkuk kecil oatmeal dengan susu rendah lemak, yougurt, dan irisan apel merupakan contohnya!

PASTInya hindari mengemil makanan berat karena akan membuat kita tidak nyaman saat tidur. Minum terlalu banyak sebelum tidur juga akan membuat kita sering terjaga untuk buang air kecil. Cemilan ringan gag hanya bikin perut tetap kenyang, tidurpun bisa makin nyenyak!

SELAMAT MENCOBA…